Momen Penuh Berkah: Buka Puasa Bersama Pj. Gubernur Menjadi Sarana Memperkuat Ketakwaan dan Ukhuwah Islamiyah

Pangkalpinang – Kali ini, Kamis (14/3/2024) giliran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan kesempatan berbuka puasa bersama keluarga Pj. Gubernur Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.Si. Bukber tersebut merupakan bagian menjalin tali silaturahmi keluarga besar Pemprov Kepulauan Bangka Belitung.

Kedatangan rombongan, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama sejumlah pegawai disambut Pj. Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Safriati Safrizal, S.Si., M.Si bersama keluarga.

Sementara Pj. Gubernur sedang tidak berada di tempat dan berhalangan hadir dikarenakan terdapat kegiatan Safari Ramadan Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung di waktu yang sama.

Saat mentari mulai terbenam, Ustadz Nuryadin melantunkan ayat suci Al-Quran sebagai tanda dimulainya waktu berbuka puasa. Sebelum menyantap hidangan berbuka, para jamaah terlebih dahulu mendengarkan tausiah singkat dari beliau mengenai amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadan. Ustadz Nuryadin menjelaskan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, sehingga umat Islam harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Tujuan akhir berpuasa untuk menjadi orang yang bertakwa. Takwa melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya,” jelasnya di rumah dinas gubernur, Mahligai Serempun Sebalai.

Usai berbuka puasa bersama, dilanjutkan menggelar salat Magrib dan Isya berjamaah. Bertindak sebagai imam salat tersebut ustadz Yan Hadi. Sementara untuk salat tarawih diimami oleh ustadz Nuryadin.

Namun sebelum digelar solat tarawih berjamaah, Ahmadi Sopian mewakili tuan rumah juga menyampaikan kultum. Ia mengatakan, ibadah puasa di bulan Ramadan sangat spesial bagi orang beriman. Ibadah puasa berbeda dengan ibadah lainnya. Ibadah puasa berbicara tentang integritas.

“Dilihat atau tidak dilihat orang lain, tetap menjalankan ibadah puasa. Sebab puasa bukan untuk dilihat orang lain. Hanya Allah yang tahu ganjarannya bagi orang yang berpuasa. Semoga kita tergolong orang-orang beriman,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like